Selasa, 27 Maret 2018

bab II ADMINISTRASI PAUD


BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.    Pengertian Kompotensi
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam Tahun yang akan dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan  dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spritual), sosial emosional (sikap dan prilaku serta Agama) bahasa dan komonikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. 
Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan di aktualisasikan dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Seorang yang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu bukan hanya mengetahui, tetapi juga dapat memahami dan menghayati bidang tersebut dalam pola prilaku sehari-hari. 
Dalam setiap studi tentang ilmu kependidikan, persoalan yang berkenaan dengan guru dan jabatan guru senantiasa di singgung, bahkan  menjadi salah satu pokok bahasan  yang  mendapat  tempat tersendiri di tengah-tengah ilmu kependidikan yang begitu luas  dan kompleks. Dewasa ini perhatian  itu bertambah besar sehubungan dengan kemajuan  pendidikan dan kebutuhan guru yang semakin meningkat, baik dalam mutu  maupun jumlahnya. Secara gamblang dapat kita lihat, bahwa program pendidikan guru mendapat  prioritas pertama dalam program  pembangunan  Pendidikan di Negara kita.
Sejalan dengan  hakikat dan  makna yang  terkandung  dalam  topik tersebut di atas, masalah pokok yang akan di soroti dalam tulisan ini adalah  kompetensi  profesional apakah yang seharusnya dimiliki Kepala Sekolah dan apa implikasinya terhadap program pendidikan guru.
Kalau ditelaah lebih lanjut, maka  dalam  masalah  ini  terkandung sub-sub masalah, yakni:
1.      Jenis-jenis kompetensi  profesional apakah yang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah.
2.      Bagaimanakah impilikasinya dari  kompetensi  profesional tersebut terhadap program  Pendidikan Kepala Sekolah dan Guru. Untuk sub-sub masalah yang lebih khusus, perlu mendapat jawaban, yaitu
a.       Kompetensi-kompetensi profesional apakah yang seharusnya dimiliki oleh Kepala Sekolah ditinjau dari segi tanggung jawab jabatan Kepala Sekolah?
b.      Kompetensi-kompetensi Professional apakah yang seharusnya dimiliki oleh Kepala Sekolah di tinjau dari fungsi/ peranan Kepala Sekolah?
c.       Kompetensi-kompetensi Profesional apakah yang seharusnya dimiliki oleh Kepala Sekolah ditinjau dari tujuan instruksional?
d.      Kompetensi-kompetensi profesional apakah yang seharusnya dimiliki oleh Kepala Sekolah ditinjau dari segi peranannya dalam  proses belajar mengajar?
Masalah Komptensi Profesional Kepala Sekolah merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap  Kepala Sekolah dalam jenjang pendidikan apapun. Kompetensi-kompetensi lainnya adalah  kompetensi kepribadian dan kompetensi  kemasyrakatan. Secara teoritis ketiga jenis kompetensi tersebut dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, akan  tetapi secara praktis sesungguhnya ketiga jenis kompetensi itu saling menjalin secara terpadu dalam diri guru. Guru yang terampil mengajar tentu  harus pula memiliki pribadi yang baik dan  mampu  melakukan social adjustment dalam  masyarakat. Ketiga kompetensi tersebut  terpadu  dalam  karakteristik tingkah  laku Kepala Sekolah.
Dalam tulisan ini hanya akan disoroti salah satu jenis kompetensi saja, yakni kompetensi profesional, dan sama sekali tidak bermaksud untuk mengesampingkan pentingnya kedua kompetensi lainnya. Tulisan ini hanya bermaksud mengungkapkan dan menonjolkan satu  jenis  kompetensi  saja secara khusus, dan berusaha meninjaunya lebih dalam  secara komprehensip.[1]
Jika telah ditentukan  jenis kompetensi guru yang diperlukan, maka atas dasar  ukuran  itu akan dapat di observasi dan ditentukan Kepala Sekolah yang telah memiliki kompetensi penuh dan yang masih kurang memadai kompetensinya
B.     Jenis Kompetensi Kepala Sekolah
Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, Kepala Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan Profesionalisme peningkatan tenaga kependidikan di sekolahnya.
Kemampuan mengembangkan tenaga kependidikan, terutama berkaitan dengan pemberian kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk mengikuti beberapa pelatihan secara teratur; Revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); Diskusi, Seminar, Lokakarya, dan Penyedian Sumber Belajar. Dalam rangka pengembangan tenaga kependidikan, kepala sekolah juga harus memperhatikan kenaikan pangkat dan jabatan.
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang Program Sekolah.
Kegiatan Utama Pendidikan di Sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran, sehingga seluruh aktifitas organisasi Sekolah bermuara pada pencapaian Efesiensi dan Efektifitas Pembelajaran. Oleh karena itu salah satu tugas Kepala Kekolah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan.[2]
Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun, dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya.
Kepala Sekolah sebagai Leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas.
Kepala sekolah sebagai Leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan  pengawasan.[3]
1.      Keterampilan Manajer
Ada tiga macam keterampilan manajer yaitu keterampilan konsep, keterampilan manusiawi, dan keterampilan tekhnik. Keterampilan konsep ialah keterampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi, sedangkan keterampilan manusiawi ialah keterampilan untuk bekerja sama, memotivasi, dan mengarahkan, sementara itu keterampilan tekhnik ialah keterampilan dalam menggunakan pengetahuan, metode, tekhnik, dan perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu.[4]
Tugas utama seorang manajer tertinggi adalah mengambil keputusan, menentukan kebijakan, strategi dan kreatif merencanakan sesuatu yang baru bagi kelangsungan hidup dan kemajuan lembaga, sudah tentu harus memahami organisasi dengan segala permasalahannya serta dapat mengopersikannya. Namun ia tidak boleh buta terhadap kemampuan mengadakan kontak hubungan dengan para personalia, sebab ia tidak dapat bekerja sendiri.
Para manajer madya adalah merupakan jembatan antara manajemen tertinggi dengan manajemen terdepan, sebagai penghubung antara pembuat konsep dengan pelaksana. Itulah sebabnya ketiga jenis keterampilan itu perlu mereka miliki agar apa yang dihubungkan bisa tersambung dengan tepat, sebab mereka paham akan konsep-konsep dan paham pula akan tekhnik-tekhnik. Namun sebagai penghubung, tugas utama mereka adalah mengarahkan dan mengorganisasikan para personalia pendidikan serta menciptakan situasi kerja yang nyaman sehingga personalia dapat bekerja dengan baik. Untuk maksud itu para manajer perlu memiliki keterampilan manusiawi.
Sementara itu para manajer terdepan perlu banyak memiliki keterampilan tekhnik sebab merekalah yang berhadapan langsung dengan tekhnik-tekhnik mendidik, mengajar dan ketatusahaan yang dikerjakan oleh para pengajar dan pegawai. Mereka perlu mengontrol dan  memberi supervisi kepada para petugas agar melaksanakan tekhnik-tekhnik secara tepat. Tetapi karena mereka berhadapan dengan orang, maka keterampilan manusiawi juga tidak boleh mereka tinggalkan.[5]
2.      Fungsi Kepemimpinan
Dalam kehidupan organisasi, fungsi kepemimpinan adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Tetapi untuk merumuskan apa yang dimaksud fungsi pemimpinan adalah sulit, sama sulitnya memberikan definisi tentang kepemimpinan itu sendiri diantaranya:
a.       Membangkitkan kepercayaan dan loyalitas bawahan;
b.      Mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain;
c.       Dengan berbagai cara mempengaruhi orang lain;
d.      Seorang pemimpin adalah seorang yang besar yang dikagumi dan mempesona dan dibanggakan oleh para bawahan.[6]
Sebagai pemimpin kepala sekolah harus memiliki beberapa jenis Kompetensi, diantaranya:
1.      Kompetensi kepribadian
a.       Selalu konsisten dalam berpikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
b.      Memiliki komitmen / loyalitas, dedikasi/ etos kerja yang tinggi dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
c.       Tegas dalam mengambil sikap dan tindakan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
d.      Disiplin dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
2.      Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah:
a.       Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktek baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsinya.


[1] Marzuki Ali, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, ( Jakarta: PT Rosda Karya, 2011), h, 34
[2] E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), h, 111
[3] Wahjosumijo, Kepala Sekolah Sebagai Leader, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2011), h, 115
[4] Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Inodnesia, ( Jakarta: PT Rineka Cipta,  2011), h, 208
[5] Made Pidarta, op cit, 2010
[6] Wahjusumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, ( PT: Raja Grafindo Persada, 2003), 40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL BAGI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI SEKOLAH MADRSAH TSANAWIYAH MIFTAHUL KHAIRIYAH KOTA BANJARBARU

A.     Alasan Memilih Judul Ada beberapa alasan yang mendasari penulisan pemilihan judul penelitian ini, yaitu : Kecerdasan Spritual d...