BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette)
adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern. Rokok elektronik
pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd,
Rokok elektrik ini awalnya di ciptakan untuk memberikan
solusi bagi anda yang ingin tetap mengisap rokok namun bisa menjaga kesahatan
badan dan terhindar dari penyakit berbahaya dan mematikan akibat rokok namun
faktanya ada banayak kandungan zat berbahaya yang ada pada E
CIGARETTE ini misalnya formalin dan asetaldehida pada uap rokok
sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan 10 kali lipat dari rokok tradisional.
Setela itu ada banyak lagi zat kimia yang memang sangat berbahaya kalo di hirup
oleh manusia pada umumnya. Terbukti badan kesehatan dunia WHO dan BPOM
menganjurkan bagi siapa saja untuk jangan menggunakan rokok elektrik ini (vape)
belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda
bangsa. penyalahgunaan vape ini telah merambat ke semua lingkungan, bukan
hanya di kalangan orang yang berduit tetapi telah memasuki lingkungan kampus,
Sekolah. Vape saat ini banyak kita jumpai di kalangan mereka yang berduit,
remaja dan generasi muda dan tidak kalahnya lagi vape ini di sukai ole para
wanita bukan hanya wanita remaja tapi para ibu ibu yang dulunya
merokok.
Saat ini para orang tua, mulai cemas dengan adanya vape di pasaran dan di kalangan anak-anak Akibat leluasannya penjualan vape secara umum mengakibatkan pengaruh yang drastis pada kalangan anak anak sehingga yang dulunya merekah tidak merokok menjadi merokok, yang pada akhirnya merusak moral dan generasi bangsa di masa kini dan masa yang akan datang
Saat ini para orang tua, mulai cemas dengan adanya vape di pasaran dan di kalangan anak-anak Akibat leluasannya penjualan vape secara umum mengakibatkan pengaruh yang drastis pada kalangan anak anak sehingga yang dulunya merekah tidak merokok menjadi merokok, yang pada akhirnya merusak moral dan generasi bangsa di masa kini dan masa yang akan datang
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas dapat di identifikasikan sebagai berikut
1
Kurang
pemahaman dan pengetahuan masyarakat dan remaja tentang bahaya rokok elektronik.
2
Kurangnya
pengawasan orang tua.
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang dapat di klasifikasikan sebagai
berikut
1
Sebagai
pengetahuan bagi para remaja tentang bahaya vape bagi dirinya
2
Sebagai sebuah
referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang bahayanya ngevape
3
Orang tua
mempunya kesadaran untuk memperhatikan anak meraka.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Vape
Vape atau yang lebih dikenal
dengan Vapor adalah rokok elektrik yakni sebuah alternatif dari produk tembakau
sebagai pengganti rokok. Rokok elektrik adalah suatu perangkat dengan
tenaga baterai yang menyediakan dosis nikotin hirup memberikan efek sama
seperti merokok konvensional. Rokok ini memberikan rasa dan sensasi fisik yang
hampir sama dengan asap tembakau hirup. Tapi, di dalam perusahaan tidak
melibatkan tembakau, asap atau pembakaran.
Pada dasarnya vapor adalah hasil penguapan dari cairan yang
diteteskan ke kapas yang telah dipanaskan oleh listrik. Rokok ini biasanya
berbentuk tabung yang memanjang.
B. Bahaya rokok elektrik (vape) Bagi Remaja
Dilansir CNN Internasional secara khusus, di kalangan siswa SMP dan
SMA, penggunaan e-rokok meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2011.
Sementara itu, pengguna vape di kalangan orang dewasa muda berusia antara 18 -
24 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2013-2014.Penggunaan
vape sama bahayanya dengan rokok konvensional, yakni merusak sel otak. Dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih tua, otak remaja dan
dewasa lebih muda lebih rentan terhadap konsekuensi negatif dari paparan
nikotin," tandas Murthy. Vape adalah generasi baru pecandu
nikotin yang akan terus menjadi pecandu nikotin seumur hidup
Kita tahu bahwa otak remaja sebenarnya sangat signifikan dalam
perkembangan. Dan nikotin adalah neurotoxin, yang kita tahu bahwa hal itu dapat
menyebabkan masalah seumur hidup bagi anak-anak, termasuk menyebabkan masalah
kesehatan mental, masalah perilaku, dan perubahan aktual dalam struktur
otak," ucap Dr. Benard Dreyer, Presiden American Academy of Pediatrics.
Dreyer mencatat bahwa bahan-bahan lain dalam cairan vaping dapat menyebabkan
kerusakan karena kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan
beberapa cairan rokok elektronik. Di dalam rokok elektrik terdapat tabung
berisi larutan cair yang bisa di isi ulang. Larutan ini mengandung nikotin,
propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul
uap selayaknya asap. Sebagian perusahaan menjual cairan perasa tertentu,
seperti mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat.
Kandungan berbahaya lainnya yang terdapat dalam rokok elektrik,
yakni logam berat, mengandung kromonium dan nikel yang banyak, terdapat
kandungan Dietilen dan Nitrosamin, asap dari e-rokok ini juga akan menimbulkan
aerosol yang beresiko buruk pada paru-paru.
Erika Sward, asisten wakil presiden Advokasi Nasional di American
Lung Association, juga menyatakan keprihatinannya. "Cairan dalam Vape
adalah zat karsinogen, yakni zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat
karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA)
dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis,” ujar
Sward.
Ray Story, Presiden Asosiasi Rokok Tembakau Vapor Electronic,
sebuah kelompok industri internasional, juga percaya bahwa e-rokok jauh lebih
berbahaya daripada tembakau konvensional.
C. Bahaya rokok elektrik bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu vape ini perkembangannya semakin pesat. Para
pencandu vape itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia
tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang
menggunakan vape biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena
kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan
pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi
ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah
menjadi pencandu vape. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan vape
yang mereka biasa namai komonitasnya dengan sebutan vapeer.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja
adalah sebagai berikut:
v menyebabkan
masalah kesehatan mental,
v masalah
perilaku,
v perubahan aktual dalam struktur otak
D. Referensi
Upaya pencegahan terhadap penyebaran rokok elektronik di kalangan
pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini
semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif
dalam mewaspadai penyalagunaan vape terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan
adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan
penyuluhan tentang bahaya vape, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan
perhatian dan kasih sayang.
Pihak
sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap anak
didiknya, karena biasanya penyalagunaan vape sering terjadi di sekitar lingkungan
sekolah.Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan
keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.Karena salah satu penyebab
terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya
pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga mereka mulai
mengikuti perkembangan jaman yang merusak kesehatan mereka mengunakan alatvape
ini.\
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan
sebagai orang
tua, harus siap dan waspada, akan bahaya vape yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak- anak kita sendiri untuk mengunakan vape tersebut. Dengan berbagai upaya tersebut di
atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya menggunakan alat vape
tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di
masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik
tua, harus siap dan waspada, akan bahaya vape yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak- anak kita sendiri untuk mengunakan vape tersebut. Dengan berbagai upaya tersebut di
atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya menggunakan alat vape
tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di
masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Dari
Pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa
vape adalah barang yang sangat
berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kecanduan
seseorang menjadi semakin buruk dan terkontabinasi dengan alat alat lain
seperti narkoba dll
C.
Saran
Dalam
masalah yang kita hadapi hendaklah kita selalu mencari penyelesaiannya dengan cara
yang baik dan berfikir positif. Masalah penyalagunaan alat vape ini di
kalanagan remaja hanyalah segelintir masalah yang kita hadapi. Mungkin saya
dapat memberikan saran dalam penyelesaian masalah tentang vape antaralain:
1. Orang tua hendaknya selalu memperhatikan
kelakuan dan perubahan pada anak dan tidak harus memberikan uang saku yang
begitu besar kisaranya sehingga mereka tidak bisa membeli alat alat yang
merusak tubuh mereka
2. Kasih sayang dari orang tua dan pendidikan
agama Semoga Karya ilmiah ini dapat di gunakan sebagai referensi dalam
penyalagunaan alat vape dalam kalangan remaja. Dan semoga kedepannya
bangsa ini dapat menjdi lebih baik lagi dan terbebas dari asap roko
DAFTAR PUSTAKA
http://rona.metrotvnews.com
perkembangan-otak-remaja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar