TEORI BIG BANG DALAM PENCIPTAAN LANGIT BUMI DAN TATA SURYA
1.Teori Big Bang Dalam Penciptaan langit Dan Bumi
Sebelum ilmu
pengetahuan berkembang, Al-Qur’an sudah menjelaskan soal proses penciptaan
langit dan bumi. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof
Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an. Proses penciptaan langit
dan bumi dijelaskan melalui teori big bang.
Ada sejumlah
ayat di dalam Al-Qur’an menjelaskan proses penciptaan langit dan bumi. Antar
lain:
Surah Al-Anabiya ayat 30
Surah Az-Zariyat ayat 47
Surah An-Nazi’at ayat 31
Surah Fussilat ayat 10
Al-Qur’an dan perkembangan sains sebetulnya memang selalu
berjalan seiring bukan berlawanan. Berikut empat poin penjelasan lebih lanjut
tentang penciptaan langit dan bumi.
a.Terkait
Teori Big Bang
Setelah ledakan, terjadi proses evolusi bintang hingga
terbentuk matahari beserta tata planet termasuk bumi. Peristiwa ledakan yang
terjadi pada masa itu disebut t=0 yang menjadi awal perhitungan waktu dan
menghasilkan hidrogen. Dlam proses evolusi bintang, hidrogen mengalami reaksi
nuklir menghasilkan helium dan membentuk unsur lain dalam semesta. Menurut Prof
Thomas, berbagai ayat pencipta langit dan bumi dijelaskan teori Big Bang
menurut perkembangan saat ini. Karena itu, kelak bisa saja muncul teori baru
yang juga bisa menjelaskan ayat tersebut.
b.Diciptakan
dalam enam hari atau enam tahap
Teori big bang menyebutkan enam tahap penciptaan langit dan
bumiyang juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Kitab ini menjelaskannya dalam ayat
yang mengandung kata fi sittati ayyam atau dalam enam hari. Ukuran lamanya masa
yang disebut sebagai hari atau ayyam tidak dirinci dalam Al-Qur’an. Belum ada
penafsiran pasti tentang enam masa, namun berdasarkan kronologievolusi alam
yang dipandu dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
Surah fussilat ayat 9-12
Surah An-Nazi’at ayat 27-32
c.Awal dari
enam masa penciptaan langit dan bumi
Masa awal adalah ledakan dilanjutkan pembentukan
bintang-bintang yang dalam Al-Qur’an disebut penyempurna langit. Debu dan gas
antar bintang yang dalam surah fussilat ayat 11 sebagai berikut:
Bila panas yang dihasilkan inti telah cukup memantik reaksi
fusi nuklir, maka bintang akan bersinar. Suatu saat bintang akan meledak dan
unsurnya menjadi penyusun benda langit selanjutnya. Dua masa itu adalah
penciptaan langit yang kadang disebut sebelum atau setelah bumi karena
prosesnya terus berlanjut. Dalam bahasa Al-Qur’an tentang teori big bang,
pengembangan alam, dan pembentukan bintang disebut sebagai “Dia meninggikan
bangunan (langit) lalu menyempurnakannya”. Dijelaskan pada surah An-Nazi’at
ayat 28 sebagai berikut:
d.Tahap
akhir penciptaan langit dan bumi
Munculnya air dan tumbuhan dalam A-Qur’an surah An-Nazi’at
ayat 31 sebagai berikut:
Sementara geologi yang mulai stabil dengan munculnya gunung,
bintang dan manusia dalam surah yang sama ayat 32-33 sebagai berikut:
Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar dua miliar
tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi oksigen bebas. Tersedianya air,
oksigen, tumbuhan, dan hewan itulah maksud dalam Al-Qur’an surah fussilat ayat
10 sebagai berikut:
2.Tata Surya
Tata surya
merupakan bagian di alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak didalam
satu galaksi dan galaksi yang kita tempati ini adalah galaksi Bima sakti.
Galaksi bima sakti disebut juga Milky Way.Bumi tempat kita berpijak adalah
salah satu dari delapan planet yang ada dalam tata surya. Tata surya adalah
kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari
dan semua objek yang, mengelilinginya. Selain delapan planet tersebut juga
terdapat anggota tata surya yang lain yaitu satelit, komet asteroid, dan
meteor.
saya pernah
mendengar ada beberapa para ulama menjelaskan bahwa meteor tersebut adalah
tembakan dari langit untuk membunuh setan dan jin kafir. Setan dan jin kafir
mendengarkan atau mengupingi dari bumi percakapan dan pertanyaan malaikat
dilangit dengan Allah mengenai tentang surah-surah yang ada pada Al-Qur’an. Bahwa
sesungguhnya surah-surah yg ada dalam Al-Qur’an itu benar dan pasti adanya.
Akan tetapi setan dan jin kafir mengubah surah yang ad di Al-Qur’an tersebut
dengan membisikannya lagi dengan seseorang yang mengikuti jalannya yang
mengutamakan Al’Qur’An namun ayat tersebut dipotong untuk jimat yang digunakan
dukun, maka dari itu Allah menurunkan meteor untuk menembak setan dan jin kafir
tersebut.
Fakta Sains Garis Edar
Tata Surya
Sebelum
ilmuan astronomi berkembang, sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari
bumi, bukan sebaliknya. Barulah disaat astronom Nicholas Copernicus pada 1512
masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya, ilmu astronomi
sediki mengalami pencerahan. Kemudian pada 1609, seorang ilmuan jerman bernama
Johannes Kepler jua mengungkapkan teorinya yang disebut Astronomi Nova. Dlam
teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputardi garis edarnya,
namun juga berputar pada porosnya. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan
banyak orang untukmempelajarimekanisme tata surya yang sebenarnya.
Pengamatan
astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ilmu Astronomi,
matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam
ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Artinya,
matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer sehari. Bersama
matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga
berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada
dalam suatu gerakan serupa yang terancana. Sebagaimana komet-komet lain di alam
raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah
ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar iniseacar harmonis bersama-sama
dengan benda-benda langit lainnya.
Semua benda
langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan
galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini
di tetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Garis
edar di alam semesta tidak hanya memiliki oleh benda-benda angkasa.
Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis
peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari
dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan
dengan yang lain. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu
sama lain tanpa satu sama lain tanpa satu pun bagian-bagiannya saling
bersentuhan.
Garis Edar Tata Surya Dalam Al-Qur’an
Fakta
sains diatas sejatinya telah ada dalam Al-Qur’an yang hadir sejak abad ke-17 M.
Padahal, pada masa itu zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun
teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer,
tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Allah SWT berfirman
dalam surah Al-Anbiya ayat 33 sebagai beriku:
Artinya: “Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang,
matahari dan bulan. Masing- masingdari keduanya itu beredar di dalam garis
edarnya”.
Kata ‘yasbahun’ yang berasal dari kata ‘sabaha’ memiliki
makna bergerak (rotasi) yang berasal dari tubuh yang bergerak. Kata ‘yasbah’
diterapkan pada benda-benda ruang angkasa seperti matahari, namun bukan berarti
hanya terbang di ruang angkasa. Hal itu dapat diartikan bahwa matahari tersebut
berputar atau berotasi saat berjalan melalui ruang angkasa.
Selanjutnya,
dalam surah yasin ayat 38 sebagai berikut:
Artinya: “Dan matahari di tempat peredarannya. Demikianlah
ketetapan yang Maha Perkasa Maha lagi Mengetahui”.
Lalu, dalam
surah Az-Zariyat ayat 7 disebutkan bahawa keseluruhan alam semesta dipenuhi
oleh lintasan garis edar, berikut ayat nya:
Artinya: “demi langit yang mempunyai jalan-jalan”,
Ada pula Q.S
yasin ayat 39-40 sebagai berikut:
Artinya: “Dan telah kami tetapkan bagi bulan
manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir)
kembalilah dia sebagai bentuk tanda yang tua”.
Atinya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan
dan malampun tidak dapat melalui siang. Dan masing-masing beredar pada garis
edarnya”.
Penjelasan
dalam Al-Qur’an terkait garis edar tata surya, jauh sebelum sains modern
mengungkapnya ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukan buatan manusia. Tetapi
datang langsung dari Allah SWT untuk jadi pedoman kehidupan umat manusia.
Dalam
Al-Qur’an Allah SWT berfirman
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas
Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang memberi yang akan
safaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan
kamu maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar