Sabtu, 01 Februari 2020

TEORI BIG BANG DALAM PENCIPTAAN LANGIT BUMI DAN TATA SURYA


TEORI BIG BANG DALAM PENCIPTAAN LANGIT BUMI DAN TATA SURYA
1.Teori Big Bang Dalam Penciptaan langit Dan Bumi
          Sebelum ilmu pengetahuan berkembang, Al-Qur’an sudah menjelaskan soal proses penciptaan langit dan bumi. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an. Proses penciptaan langit dan bumi dijelaskan melalui teori big bang.
          Ada sejumlah ayat di dalam Al-Qur’an menjelaskan proses penciptaan langit dan bumi. Antar lain:
Surah Al-Anabiya ayat 30
Surah Az-Zariyat ayat 47
Surah An-Nazi’at ayat 31
Surah Fussilat ayat 10
Al-Qur’an dan perkembangan sains sebetulnya memang selalu berjalan seiring bukan berlawanan. Berikut empat poin penjelasan lebih lanjut tentang penciptaan langit dan bumi.
          a.Terkait Teori Big Bang
Setelah ledakan, terjadi proses evolusi bintang hingga terbentuk matahari beserta tata planet termasuk bumi. Peristiwa ledakan yang terjadi pada masa itu disebut t=0 yang menjadi awal perhitungan waktu dan menghasilkan hidrogen. Dlam proses evolusi bintang, hidrogen mengalami reaksi nuklir menghasilkan helium dan membentuk unsur lain dalam semesta. Menurut Prof Thomas, berbagai ayat pencipta langit dan bumi dijelaskan teori Big Bang menurut perkembangan saat ini. Karena itu, kelak bisa saja muncul teori baru yang juga bisa menjelaskan ayat tersebut.
          b.Diciptakan dalam enam hari atau enam tahap
Teori big bang menyebutkan enam tahap penciptaan langit dan bumiyang juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Kitab ini menjelaskannya dalam ayat yang mengandung kata fi sittati ayyam atau dalam enam hari. Ukuran lamanya masa yang disebut sebagai hari atau ayyam tidak dirinci dalam Al-Qur’an. Belum ada penafsiran pasti tentang enam masa, namun berdasarkan kronologievolusi alam yang dipandu dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
Surah fussilat ayat 9-12
Surah An-Nazi’at ayat 27-32
          c.Awal dari enam masa penciptaan langit dan bumi
Masa awal adalah ledakan dilanjutkan pembentukan bintang-bintang yang dalam Al-Qur’an disebut penyempurna langit. Debu dan gas antar bintang yang dalam surah fussilat ayat 11 sebagai berikut:
Bila panas yang dihasilkan inti telah cukup memantik reaksi fusi nuklir, maka bintang akan bersinar. Suatu saat bintang akan meledak dan unsurnya menjadi penyusun benda langit selanjutnya. Dua masa itu adalah penciptaan langit yang kadang disebut sebelum atau setelah bumi karena prosesnya terus berlanjut. Dalam bahasa Al-Qur’an tentang teori big bang, pengembangan alam, dan pembentukan bintang disebut sebagai “Dia meninggikan bangunan (langit) lalu menyempurnakannya”. Dijelaskan pada surah An-Nazi’at ayat 28 sebagai berikut:
           d.Tahap akhir penciptaan langit dan bumi
Munculnya air dan tumbuhan dalam A-Qur’an surah An-Nazi’at ayat 31 sebagai berikut:
Sementara geologi yang mulai stabil dengan munculnya gunung, bintang dan manusia dalam surah yang sama ayat 32-33 sebagai berikut:
Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar dua miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi oksigen bebas. Tersedianya air, oksigen, tumbuhan, dan hewan itulah maksud dalam Al-Qur’an surah fussilat ayat 10 sebagai berikut:
2.Tata Surya
          Tata surya merupakan bagian di alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak didalam satu galaksi dan galaksi yang kita tempati ini adalah galaksi Bima sakti. Galaksi bima sakti disebut juga Milky Way.Bumi tempat kita berpijak adalah salah satu dari delapan planet yang ada dalam tata surya. Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang, mengelilinginya. Selain delapan planet tersebut juga terdapat anggota tata surya yang lain yaitu satelit, komet asteroid, dan meteor.
          saya pernah mendengar ada beberapa para ulama menjelaskan bahwa meteor tersebut adalah tembakan dari langit untuk membunuh setan dan jin kafir. Setan dan jin kafir mendengarkan atau mengupingi dari bumi percakapan dan pertanyaan malaikat dilangit dengan Allah mengenai tentang surah-surah yang ada pada Al-Qur’an. Bahwa sesungguhnya surah-surah yg ada dalam Al-Qur’an itu benar dan pasti adanya. Akan tetapi setan dan jin kafir mengubah surah yang ad di Al-Qur’an tersebut dengan membisikannya lagi dengan seseorang yang mengikuti jalannya yang mengutamakan Al’Qur’An namun ayat tersebut dipotong untuk jimat yang digunakan dukun, maka dari itu Allah menurunkan meteor untuk menembak setan dan jin kafir tersebut.
Fakta Sains Garis Edar  Tata Surya
          Sebelum ilmuan astronomi berkembang, sebagian orang percaya matahari bergerak mengitari bumi, bukan sebaliknya. Barulah disaat astronom Nicholas Copernicus pada 1512 masehi mengungkapkan bahwa matahari menjadi pusat tata surya, ilmu astronomi sediki mengalami pencerahan. Kemudian pada 1609, seorang ilmuan jerman bernama Johannes Kepler jua mengungkapkan teorinya yang disebut Astronomi Nova. Dlam teorinya, planet-planet di tata surya tidak hanya berputardi garis edarnya, namun juga berputar pada porosnya. Dengan adanya teori tersebut memungkinkan banyak orang untukmempelajarimekanisme tata surya yang sebenarnya.
          Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ilmu Astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Artinya, matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terancana. Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar iniseacar harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.
          Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini di tetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Garis edar di alam semesta tidak hanya memiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan yang lain. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu sama lain tanpa satu pun bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Garis Edar Tata Surya Dalam Al-Qur’an
          Fakta sains diatas sejatinya telah ada dalam Al-Qur’an yang hadir sejak abad ke-17 M. Padahal, pada masa itu zaman itu manusia tidak memiliki teleskop ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 33 sebagai beriku:
Artinya: “Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing- masingdari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”.
Kata ‘yasbahun’ yang berasal dari kata ‘sabaha’ memiliki makna bergerak (rotasi) yang berasal dari tubuh yang bergerak. Kata ‘yasbah’ diterapkan pada benda-benda ruang angkasa seperti matahari, namun bukan berarti hanya terbang di ruang angkasa. Hal itu dapat diartikan bahwa matahari tersebut berputar atau berotasi saat berjalan melalui ruang angkasa.
          Selanjutnya, dalam surah yasin ayat 38 sebagai berikut:
Artinya: “Dan matahari di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa Maha lagi Mengetahui”.
          Lalu, dalam surah Az-Zariyat ayat 7 disebutkan bahawa keseluruhan alam semesta dipenuhi oleh lintasan garis edar, berikut ayat nya:
Artinya: “demi langit yang mempunyai jalan-jalan”,
          Ada pula Q.S yasin ayat 39-40 sebagai berikut:
Artinya: “Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tanda yang tua”.
Atinya: “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat melalui siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”.
          Penjelasan dalam Al-Qur’an terkait garis edar tata surya, jauh sebelum sains modern mengungkapnya ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukan buatan manusia. Tetapi datang langsung dari Allah SWT untuk jadi pedoman kehidupan umat manusia.
          Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang memberi yang akan safaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL BAGI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DI SEKOLAH MADRSAH TSANAWIYAH MIFTAHUL KHAIRIYAH KOTA BANJARBARU

A.     Alasan Memilih Judul Ada beberapa alasan yang mendasari penulisan pemilihan judul penelitian ini, yaitu : Kecerdasan Spritual d...